Prompt #1: Pendidikan Keluarga & Tetum Bunaya

Kami mengenal Tetum selama kurang lebih 5 tahun ke belakang, sejak anak pertama kami, Bimo, bergabung di Tetum pada Taman Kanak-Kanak hingga saat ini di kelas Bumi. Jika saya menarik ingatan di masa itu, apa saja yang membuat kami tertarik dan akhirnya yakin untuk mendaftarkan Bimo di Tetum, kurang lebih seperti apa yang akan saya tulis disini.

  • -  Slogan yang mengena. “Membuat cerdas tanpa menggegas”. Bagi kami, beberapa hal utama yang kami inginkan adalah sekolah tidak hanya mengajarkan hal-hal akademis, tapi juga membangun karakter anak. Apalagi pada level Pendidikan pra sekolah dan sekolah dasar. Prestasi atau pengetahuan akademis bisa didapat dengan berbagai cara, dan waktu pembelajaran seseorang adalah seumur hidup. Namun karakter adalah sesuatu yang harus dibentuk sedini mungkin. Kepercayaan diri, penerimaan diri, nilai-nilai luhur adalah sesuatu yang fundamental. Yang menurut kami bisa merepotkan di masa depan jika tidak dibentuk sejak dini.


  • - Sebelum mendaftarkan Bimo ke Tetum, kami beberapa kali sudah berkunjung ke sekolah dan bertemu kakak-kakak disana. Juga kami mencari informasi melalui media sosial tentang Tetum. Informasi yang kami dapat kurang lebih bahwa di Tetum selain Pendidikan akademis juga mengedepankan kemandirian, kesiapan anak belajar sesuai umur dan tahapan, dan jauh dari pembelajaran yang satu arah. Hal lain adalah bahwa peran orang tua dalam pembelajaran anak di sekolah sangat dilibatkan. Juga komunikasi yang erat & kekeluargaan antara orang tua dan sekolah.

- 5 tahun berjalan, saatnya kami memilih sekolah untuk anak kedua, Caca. Kami sempat mengikutkan Caca trial di sekolah lain, yang pada 5 tahun lalu menjadi pilihan kedua kami. Dengan alasan menguatkan bahwa jarak ke sekolah ini lebih dekat dengan rumah. Namun setelah mengikutsertakan trial justru saya semakin cenderung memilih untuk mendaftarkan Caca ke Tetum. Mungkin saya sudah terlalu ter-Tetum-isasi, sehingga banyak aspek yang saya bandingkan dengan Tetum. “Kok begini ya, di Tetum ga gini”, “Kok begitu ya, kurang nyaman, ga seperti di Tetum”

- Jadilah kami akhirnya mendaftarkan Caca ke Tetum, mungkin karena sudah nyaman dengan apa yang kami jalani selama mendampingi Bimo.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prompt Day #5: Pengenalan Beribadah

Prompt Day #9: Toilet Training Caca

Prompt Day #8: Caca & Buah