Prompt Day #9: Toilet Training Caca
Semua hal akan lebih mudah dilakukan jika ada kesiapan, baik siap fisik maupun mental. Begitu juga dengan cerita kesuksesan toilet training Caca. Dahulu, Bimo berhasil melepas popok sekali pakai pada usia 2 tahun. Saat Caca berusia 2 tahun, saya coba untuk melatihnya untuk buang air kecil di toilet. Kebetulan saat itu Caca sudah terlebih dahulu mau dan bisa buang air besar di toilet, namun buang air kecil dia masih terbiasa di popok celana. Kami mengajak Caca untuk duduk di toilet sebelum tidur dan sebangun tidur, namun dia belum bisa mengeluarkan air seni dari atas toilet. Beberapa lama hal ini kami lakukan, namun Caca belum berhasil.
Tentu ada rasa kecewa pada diri saya, kok Caca tidak seperti
kakaknya ya. Saya berpikir mungkin Caca memang belum siap. Mengubah kebiasaan
dari BAK di popok dan di toilet mungkin adalah sebuah tantangan yang juga tidak
mudah bagi anak usia 2 tahun. Setelahnya, beberapa bulan saya tidak melakukan
toilet training pada Caca. Hanya sesekali saja saya ajak dia untuk mencoba BAK
di toilet.
Mendekati usia 3 tahun, saya coba untuk men-sounding kembali
kepada Caca, bahwa sekarang Caca sudah lebih besar, dan anak besar tidak
memakai popok lagi. Anak besar memakai celana biasa, dan BAK di toilet. Dari
sisi mental mungkin saat itu Caca sudah lebih siap. Dia ingin dianggap sudah
menjadi anak besar. Lalu kami mulai lagi proses toilet training Caca. Rutin
mengajak ke toilet sebelum dan sebangun tidur. Mengganti pospak dengan training
pants di siang hari. Dan sering melakukan sounding bahwa Caca sudah
besar, anak besar tidak memakai pospak dan BAK di toilet.
Secara mengejutkan, Caca sudah jauh lebih mudah untuk
diajari. Akhirnya dia bisa BAK di toilet, dan bangga dengan skill barunya itu.
Saat siang hari, beberapa kali masih sering mengompol namun makin lama
intensitasnya makin berkurang. Caca sudah mulai bisa mengungkapkan jika ada
rasa mau BAK, dan memberi tahu orang dewasa yang ada di rumah.
Dari cerita ini, memang benar apa yang sering orang katakan,
bahwa setiap anak dalam keluarga pasti berbeda-beda. Saya belajar untuk
menghargai setiap proses masing-masing anak untuk unlock new skill dalam hidup
mereka 😉
Komentar
Posting Komentar